Langsung ke konten utama

Postingan

How To "tidak wajib sholat"

Ada-ada saja aliran pemikiran dalam Islam, beberapa diantaranya bersifat membangun dan sebagian lagi adalah pemikiran yang keblinger. Anda mungkin pernah mendengar istilah Islam Liberal, kelompok yang sangat moderat dalam beragama. Kalau Islam Radikal? Oh ini adalah kelompok Islam yang menganggap saat ini sudah sangat diperlukan Jihad dalam bentuk konfrontasi fisik dengan orang Kafir manapun. Saya tidak mau menjustifikasi apakah pemikiran-pemikiran itu benar atau salah, bagaimanapun juga itu adalah hasil kontemplasi yang disertai dasar-dasar yang mereka miliki, paling tidak mereka yang punya hasil pemikiran lebih baik dari orang yang tidak mau berpikir. Ada lagi salah satu kelompok Islam yang menganggap Sholat hanyalah merupakan alat untuk wushul (sampai) kepada Allah sang maha Pencipta, seperti halnya mobil yang kita gunakan untuk berkendara mencapai tujuan, secara otomatis kalau kita sudah sampai di tujuan berarti kita tidak perlu menggunakan mobil lagi, sudah ketemu maksudnya, ber...

SOMBONG !!! boleh ya??

Seperti biasanya dalam pengajian yang lain, beberapa saat yang lalu aku juga mendengar kata itu dari seorang khotib sholat Jum'ah. Intinya adalah sebagai manusia kita tidak boleh sombong, karena semua yang kita miliki adalah milik Allah sebagai Tuhan, kita sama sekali tidak mempunyai hak sedikitpun untuk membanggakan apa yang kita miliki. Bahkan (selanjutnya adalah pemikiran sendiri), dalam Al Qur'an pun kita disuruh untuk mengakui segala kelemahan berasal dari diri kita dan semua kebaikan dan kesempurnaa adalah hak mutlak dari Allah sang Pencipta, "dan katakanlah bila kamu melakukan kebaikan ini adalah karena Rahmat Allah, dan bila kamu melakukan kesalahan itu adalah karena keteledoranmu sendiri." Betapa kita tidak berhak mengakui kesempurnaan yang kita peroleh barang sedikitpun. Lalu di sisi lain, pernahkah anda mendengar seorang ulama' bernama syaikh Jalaluddin As Suyuthi, salah satu pengarang Tafsir Jalalain yang sangat terkenal, beliau juga mengarang kita...

Puisi Kenangan (Part 3)

ASA SANG MALAM Ketika telah larut malam Sedang purnama mengulum senyum Adalah awal mula tersusun sejuta damba Bersama lajunya dini. Terpacu roda perjuangan Tuk campakkan segala penghalang Menghapus kehampaan nan suram Dalam pesona malam Terlintas bayang-bayang ceria Merona pada garis-garis angan Tak sedetik bayang menghilang Bahkan kadang berbunga dalam mimpi Bersama hasrat yang tak terkatakan Aku coba genggam engkau dengan cerita lara Ternyata harapan jadi penyesalan Bahagia jadi kecewa Hilang seiring pudarnya lamunan Ternyata khayalan penuh kepalsuan Tapi …. Biarlah ….. Kukan pergi jauh melarikan hati yang runtuh Di celah puing-puing reruntuhan Di dalam derai cucuran duka Ku coba bunuh sunyi Berpuisi lewat getar jemari Kugores namamu, kuukir di tepian sudut Hatiku tuk kuingat sampai purna hayatku Di bawah kuasa cita yang Kudus Aku hanya mencari citraku Juga. Kunanti harapan yang mungkin bersemi Padamu jua cita...

Puisi Kenangan (Part 2)

IA YANG BERJUANG Sebuah perjuangan, tentunya selalu berawal Dari titik nadi keprihatinan dan kesengsaraan. Wajah belepotan oleh debu siang dan panas terik natahari yang pekatkan kulit ari Kusam nan lusuh berjalan tanpa daya dan kuasa Panas disiksa dingin terpaksa Dalam arungan pengembaraan jiwa menuju titik jalan tanpa pangkal Mata pun sempit perih tak kuasa melawan Petromak matahari, hanya bekal kaki dan tangan mata ini Tetap terjaga melihat panorama besi yang berlalu lalang Dan bau anyir kemiskinan nan kumuh dan kumal dengan semprotan Parfum polusi industri Sekali lagi manusia itu berucap berjuang Entah apa yang dijuangkan Tembok licin tanpa tangga tetap berusaha ia naiki tanpa alat bantu Tiada kuasa, ia memukulinya dengan tangan Bahkan kepala pun disentakkannya Bertubi-tubi Anekdot takdir apalagi yang terjadi Di depan mataku Sayup-sayup mulai terdengar rintihan lirih bernada sendu Lama terdengar teriakan histeris tiba-tiba mu...

Puisi Kenangan (Part 1)

Beberapa hari lalu aku membuka kembali buku agenda waktu Aliyyah (setingkat SMA). Sedikit mengingat kenangan, tiba-tiba aku teringat pusi yang ditulis sahabat karibku dalam buku agendaku untuk kenangan perpisahan. Jadi teringat memori masa lalu kami bersama, berjuang, melakukan hal yang baik dan buruk bersama. Tidak bisa dibilang puisi yang sempuna memang, tapi bagi kami ini adalah karya terbaik (paling saat itu) untuk seorang sahabat. Aku jadi terisnpirasi untuk memposting-nya biar puisi ini bukan cuma bisa aku nikmati sendiri, tapi juga semua sahabatku yang lain, termasuk pengunjung blog ini. Sebanarnya masih ada banyak lagi koleksi puisi dari sahabatku, tapi saat ini bukunya sedang tidak ada di tanganku, mungkin kapan-kapan aku posting puisi yang lain. Atau kalau yang bersangkutan bersedia, aku buatkan blog khusus untuk menampung semua puisinya. Amiiiin. KONTEMPLASI NAN LUSUH Kadang aku berpikir tentang Tuhan Bagaimana manusia mampu tunduk Takluk kepada-Nya Han...

ternyata melanggar SUMPAH ........

Pernah suatu ketika Abu Bakar Ash-Shidiq salah satu sahabat nabi yang paling hebat, mendapat tamu pada jam makan. Tuan rumah yang baik tentu saja tidak akan meninggalkan tamunya dalam keadaan lapar, maka beliau pun menyuruh putranya untuk menyiapkan makanan untuk para tamunya tersebut. Sementara beliau sendiri lebih suka makan bersama putrinya dan menantunya yaitu Siti (Sayyidatina) 'Aisyah dan Rasulullah SAW. Akhirnya untuk urusan perjamuan makan diserahkan kepada putranya, sedangkan beliau pergi sejenak untuk makan bersama Rasulullah. Setelah makanan dihidangkan dan tamu dipersilahkan untuk makan, para tamu malah bertanya tentang Abu Bakar, kemudian putranya menjawab bahwa Abu Bakar saat itu sedang pergi ke rumah Rasulullah untuk makan, dan menyerahkan tanggung jawab perjamuan kepada putranya. Langsung saja para tamu tadi menolak untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan kecuali sang tuan rumah (Abu Bakar) mau menyantapnya terlebih dahulu. Setelah selesai makan, Abu Bakar pu...

Aku adalah Wanita

Hai kalian semua yang ada di sana, apakah dari kalian ada yang pernah melihat wanita? Saya yakin tentu saja pernah, makhluk yang sering diasosiasikan dengan sifat lemah lembut dan sering juga disebut sebagai perwujudan keindahan Tuhan di dunia ini. Meski ada yang tidak setuju dengan statement saya tadi, saya tidak begitu memperdulikannya, saya yakin lebih banyak yang berpikiran sama seperti saya daripada yang apatis terhadap hasil pemikiran tersebut. Maklum kaum hawa di dunia saat ini jumlahnya lebih banyak dari kaum Adam, tentu lebih banyak wanita yang yang membela pernyataan yang kubuat. Siapakah aku? Benar, aku adalah seorang wanita, bagian dari begitu banyak wanita yang ada dunia, yang mau tidak mau harus mereka akui sebagai bagian dari mereka sendiri. Mungkin kalau ada perkumpulan wanita diseluruh dunia, aku akan menjadi anggota yang proaktif mendukung organisasi tersebut. Seperti wanita lain bahkan juga seperti semua manusia di dunia kecuali sang Adam dan Hawa, aku dilahirkan dar...