Langsung ke konten utama

Puisi Kenangan (Part 2)

IA YANG BERJUANG

Sebuah perjuangan, tentunya selalu berawal
Dari titik nadi keprihatinan dan kesengsaraan.
Wajah belepotan oleh debu siang dan panas terik natahari yang pekatkan kulit ari
Kusam nan lusuh berjalan tanpa daya dan kuasa
Panas disiksa dingin terpaksa
Dalam arungan pengembaraan jiwa menuju titik jalan tanpa pangkal

Mata pun sempit perih tak kuasa melawan
Petromak matahari, hanya bekal kaki dan tangan mata ini
Tetap terjaga melihat panorama besi yang berlalu lalang
Dan bau anyir kemiskinan nan kumuh dan kumal dengan semprotan
Parfum polusi industri

Sekali lagi manusia itu berucap berjuang
Entah apa yang dijuangkan
Tembok licin tanpa tangga tetap berusaha ia naiki tanpa alat bantu
Tiada kuasa, ia memukulinya dengan tangan
Bahkan kepala pun disentakkannya
Bertubi-tubi

Anekdot takdir apalagi yang terjadi
Di depan mataku
Sayup-sayup mulai terdengar rintihan lirih bernada sendu
Lama terdengar teriakan histeris tiba-tiba muncul
Pekikkan gendang kalbu dan iris hatiku
Laknat siapa yang murka durja

Oh pejuang itu…..
Dengan busana merah yang menutupi seluruh tubuhnya
Menari-nari dengan gemulai

Entah tarian apa begitu lihainya bagai karet

Dan …
Suara itu hilang seiring berhentinya ia menari
Kudekati dan kutatap
Luka borok yang bernanah tampak menganga
Denga cacing perut yang kurus seperti juga kelaparan
Busana itu ternyata air suci perjuangan
Tulangnya remuk. Cuma matanya yang tetap
Berkaca seakan masih berharap
Pada citanya yang sakti nan maha tinggi

Tuhan…..
Kenapa engkau perlihatkan ia
Konyol ataukah gambaran seseorang
Sejak kapan dimensi waktu ini berderu kencang
Hingga ia rela memaku kepalanya pada tembok beton
Dan kenapa aku yang harus menyaksikan

Hak-Mu bukan untuk meyiksa
Kita manusia kerdil berusaha bijaksana
Untuk merengkuh kehormatan tata laksa manusia
Simpankan memori itu dalam benak pejuang baru
Sampai ketika sang sekala tertiup
Dan kita berombong menghadap-Mu

Sevana el_Farambie
Memori April, untuk karibku yang
menemani jalanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara PHP, JSP dan ASP

PHP vs JSP vs ASP Tepat sekali ketiganya adalah bahasa pemrograman scripting serverside untuk aplikasi berbasis web, saya rasa tidak perlu menjelaskan lebih jauh tentang definisinya, ada banyak sekali artikel di internet yang membahas tentang hal tersebut. Saya hanya ingin membandingkan antara ketiga bahasa pemrograman tersebut. Tapi asal tahu saja, sekarang saya hanya mendalami PHP, sedangkan yang lain hanya saya dengar dan baca dari beberapa artikel. Mengapa memilih PHP? PHP merupakan bahasa scripting yang powerfull dan juga sangat sederhana, mudah dipelajari. Apalagi saya pertama kali belajar bahasa pemrograman menggunakan C, jadi bisa dikatakan sangat cocok sekali. Sebenarnya yang paling menarik dari PHP (menurut saya) adalah syntaxnya yang sangat simpel dan juga koneksi ke database MySQL yang cukup mudah. Kelebihan lain tentu karena harganya yang gratis, sehingga kita tidak perlu terikat lisensi apapun untuk membuat aplikasi berbasis web dengan PHP. Dan selanjutnya adalah dukunga...

Programmer Produktif dengan Framework

Pernah mendengar Zend Framework, Prado, Google Web Toolkit (GWT), Drupal, atau DotNetNuke? Semua itu adalah jenis-jenis framework untuk developing web. Apa itu Framework? Nah inilah kesalahan saya, kenapa tadi lupa mencari di internet definisi yang tepat tentang framework, ya sudah karena lupa saya mencoba mendefinisikan secara sederhana dan semampu saya. Mungkin saja definisi yang saya buat malah lebih baik dan lebih menggambarkan framework, He hehehehe. Framework terjemahan mudahnya adalah kerangka kerja, sedangkan dalam dunia pemrograman framework adalah bentuk kumpulan perintah suatu bahasa pemrograman yang telah diatur sedemikian rupa menjadi beberapa modul-modul untuk mempermudah pemrograman. Berbeda dengan CMS (content management system), framework bisa dibilang adalah komponen setengah matang yang memang disiapkan agar bisa digunakan untuk membentuk kerangka pemrograman secara lebih mudah. Sedangkan CMS atau templating, biasanya telah menyediakan layout dan tampilan administras...

Terima Kasih "Mengancam" Pers

Terima kasih Aa' Gym. Sebelumnya perlu diketahui saya bukanlah penggemar anda dan saya juga bukan salah satu dari orang-orang yang sering mendengarkan ceramah anda, saya hanya mengenal anda melalui media, dan juga pernah (tapi jarang sekali) mendengarkan Mauidhoh Hasanah (penuturan yang baik) anda. Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah acara infotainment yang memberitakan tentang anda, dengan judul yang cukup heboh ala wartawan "Aa Gym mengutuk wartawan". Isinya bisa ditebak, pemberitaan tentang anda sewaktu mengancam wartawan akan besarnya dosa orang yang memberitakan keburukan orang lain, padahal pemberitaan tersebut belum tentu benar. Lebih berat daripada berzina, wah saya sedikit ngeri mendengar anda mengucapkan kata-kata itu dengan gaya yang sepertinya tidak pernah saya lihat dalam diri Aa Gym. Saya sangat berterima kasih kepada anda karena telah mengingatkan wartawan untuk berhati-hati dalam menulis berita, karena semenjak dihapuskannya Dep. Penerangan hampir tid...