Langsung ke konten utama

Postingan

Class SQL dengan Java (bingung nich)

Tulisan ini saya buat saat sedang mengambil mata kuliah PBO II (pemrograman berbasis obyek), di saat ini diajarkan bagaimana cara menghubungkan Java dengan MySql. Sulit? Tentu bukan hal yang sulit, paling tidak bagiku (wuih sombong), ya emang kalau bilang scripting tidak ada yang sulit sih yang ada cuman nggak hafal, kalau sudah urusan logika, lah itu yang sulit. Banyak temenku yang kebingungan mengikuti mata kuliah ini, sebenarnya bukan karena kesulitan tapi lebih karena tidak hafal script-nya dan juga tidak biasa mengimplementasikan program dalam Java. Coba kalau mata kuliahnya menggunakan Delphi atau VB, pasti lebih cepet dimengerti, tinggal drag & drop tambah sedikit konfigurasi ODBC, udah selesai. Berawal dari itulah akhirnya saya mencoba membuat class khusus yang mengimplementasikan pengguanan java untuk komunikasi dengan MySql. Yang lebih mudah dihafal dan juga lebih mudah ditulis, mungkin juga lebih mudah untuk mengenalkan diri, karena termuat dalam package fahri.sikel.*. ...

mengcopy File di Lab Internet

Seringkali temen-temen yang dapet mata kuliah Internet tanya tentang, bagaimana cara ngopy dokumen punya temen ke dokumen kita atau sebaliknya. Mungkin sebelumnya saya jelaskan sedikit gambaran di lab Internet, biar yang nggak satu kampus sama aku juga paham kondisinya. Lab Internet biasanya tidak bisa diakses dengan login lewat Windows seperti biasa, kecuali untuk IP tertentu itu pun yang megang IP-nya Laboran dan Asisten, so mahasiswa praktis tidak bisa akses via Window. Sebagai gantinya akses ke ServerWeb pake telnet, atau lebih dikenal mahasiswa lewat Putty karena toolnya menggunakan Putty. Karena Servernya berbasis Linux otomatis secara default access privilege terhadap file sangat dibatasi hanya bisa dibaca dan ditulisi oleh si user dan juga root, selain itu tidak mendapat akses apapun. Terus apakah mungkin bisa ngopy data punya temen (antar user)? Oh tentu saja mungkin. Sebelumnya saya di sini tidak sedang nulis tentang hacking atau keamanan jaringan terus terang saya masih ...

How To "tidak wajib sholat"

Ada-ada saja aliran pemikiran dalam Islam, beberapa diantaranya bersifat membangun dan sebagian lagi adalah pemikiran yang keblinger. Anda mungkin pernah mendengar istilah Islam Liberal, kelompok yang sangat moderat dalam beragama. Kalau Islam Radikal? Oh ini adalah kelompok Islam yang menganggap saat ini sudah sangat diperlukan Jihad dalam bentuk konfrontasi fisik dengan orang Kafir manapun. Saya tidak mau menjustifikasi apakah pemikiran-pemikiran itu benar atau salah, bagaimanapun juga itu adalah hasil kontemplasi yang disertai dasar-dasar yang mereka miliki, paling tidak mereka yang punya hasil pemikiran lebih baik dari orang yang tidak mau berpikir. Ada lagi salah satu kelompok Islam yang menganggap Sholat hanyalah merupakan alat untuk wushul (sampai) kepada Allah sang maha Pencipta, seperti halnya mobil yang kita gunakan untuk berkendara mencapai tujuan, secara otomatis kalau kita sudah sampai di tujuan berarti kita tidak perlu menggunakan mobil lagi, sudah ketemu maksudnya, ber...

SOMBONG !!! boleh ya??

Seperti biasanya dalam pengajian yang lain, beberapa saat yang lalu aku juga mendengar kata itu dari seorang khotib sholat Jum'ah. Intinya adalah sebagai manusia kita tidak boleh sombong, karena semua yang kita miliki adalah milik Allah sebagai Tuhan, kita sama sekali tidak mempunyai hak sedikitpun untuk membanggakan apa yang kita miliki. Bahkan (selanjutnya adalah pemikiran sendiri), dalam Al Qur'an pun kita disuruh untuk mengakui segala kelemahan berasal dari diri kita dan semua kebaikan dan kesempurnaa adalah hak mutlak dari Allah sang Pencipta, "dan katakanlah bila kamu melakukan kebaikan ini adalah karena Rahmat Allah, dan bila kamu melakukan kesalahan itu adalah karena keteledoranmu sendiri." Betapa kita tidak berhak mengakui kesempurnaan yang kita peroleh barang sedikitpun. Lalu di sisi lain, pernahkah anda mendengar seorang ulama' bernama syaikh Jalaluddin As Suyuthi, salah satu pengarang Tafsir Jalalain yang sangat terkenal, beliau juga mengarang kita...

Puisi Kenangan (Part 3)

ASA SANG MALAM Ketika telah larut malam Sedang purnama mengulum senyum Adalah awal mula tersusun sejuta damba Bersama lajunya dini. Terpacu roda perjuangan Tuk campakkan segala penghalang Menghapus kehampaan nan suram Dalam pesona malam Terlintas bayang-bayang ceria Merona pada garis-garis angan Tak sedetik bayang menghilang Bahkan kadang berbunga dalam mimpi Bersama hasrat yang tak terkatakan Aku coba genggam engkau dengan cerita lara Ternyata harapan jadi penyesalan Bahagia jadi kecewa Hilang seiring pudarnya lamunan Ternyata khayalan penuh kepalsuan Tapi …. Biarlah ….. Kukan pergi jauh melarikan hati yang runtuh Di celah puing-puing reruntuhan Di dalam derai cucuran duka Ku coba bunuh sunyi Berpuisi lewat getar jemari Kugores namamu, kuukir di tepian sudut Hatiku tuk kuingat sampai purna hayatku Di bawah kuasa cita yang Kudus Aku hanya mencari citraku Juga. Kunanti harapan yang mungkin bersemi Padamu jua cita...

Puisi Kenangan (Part 2)

IA YANG BERJUANG Sebuah perjuangan, tentunya selalu berawal Dari titik nadi keprihatinan dan kesengsaraan. Wajah belepotan oleh debu siang dan panas terik natahari yang pekatkan kulit ari Kusam nan lusuh berjalan tanpa daya dan kuasa Panas disiksa dingin terpaksa Dalam arungan pengembaraan jiwa menuju titik jalan tanpa pangkal Mata pun sempit perih tak kuasa melawan Petromak matahari, hanya bekal kaki dan tangan mata ini Tetap terjaga melihat panorama besi yang berlalu lalang Dan bau anyir kemiskinan nan kumuh dan kumal dengan semprotan Parfum polusi industri Sekali lagi manusia itu berucap berjuang Entah apa yang dijuangkan Tembok licin tanpa tangga tetap berusaha ia naiki tanpa alat bantu Tiada kuasa, ia memukulinya dengan tangan Bahkan kepala pun disentakkannya Bertubi-tubi Anekdot takdir apalagi yang terjadi Di depan mataku Sayup-sayup mulai terdengar rintihan lirih bernada sendu Lama terdengar teriakan histeris tiba-tiba mu...

Puisi Kenangan (Part 1)

Beberapa hari lalu aku membuka kembali buku agenda waktu Aliyyah (setingkat SMA). Sedikit mengingat kenangan, tiba-tiba aku teringat pusi yang ditulis sahabat karibku dalam buku agendaku untuk kenangan perpisahan. Jadi teringat memori masa lalu kami bersama, berjuang, melakukan hal yang baik dan buruk bersama. Tidak bisa dibilang puisi yang sempuna memang, tapi bagi kami ini adalah karya terbaik (paling saat itu) untuk seorang sahabat. Aku jadi terisnpirasi untuk memposting-nya biar puisi ini bukan cuma bisa aku nikmati sendiri, tapi juga semua sahabatku yang lain, termasuk pengunjung blog ini. Sebanarnya masih ada banyak lagi koleksi puisi dari sahabatku, tapi saat ini bukunya sedang tidak ada di tanganku, mungkin kapan-kapan aku posting puisi yang lain. Atau kalau yang bersangkutan bersedia, aku buatkan blog khusus untuk menampung semua puisinya. Amiiiin. KONTEMPLASI NAN LUSUH Kadang aku berpikir tentang Tuhan Bagaimana manusia mampu tunduk Takluk kepada-Nya Han...