Langsung ke konten utama

Postingan

Seputar SemNas Dinus

Seminar Nasional cuma 10Ribu, kapan lagii.....!!!!! Itu pertama kali alasan untuk mengikuti seminar Technnopreneurship yang diselenggarakan oleh temen2 DNCC yang bekerja sama dengan BEM Universitas, apalagi saya mendapat tiket seminar itu secara gratis karena ada orang dalam yang berhasil men-colong tiket. Sebelumnya tidak terpikir seminarnya akan berlangsung sangat seru, terlampau seru bahkan, sampai capek ketawanya. Bob Sadino , Haryanto Halim, dan bapak rektor tercinta Edi Nur Sasongko, nara sumber dalam seminar tersebut, bisa dikatakan ahlinya dalam bidang entepreneurship. Ketiganya merintis usaha dari nol, ketiganya berani berbeda dan ketiganya akhirnya sukses. Yang terlampau menarik dari seminar tersebut adalah om Bob (panggilan Bob Sadino) yang memberikan materi dengan sangat nyeleneh. Penampilan dengan celana pendek mungkin sudah bukan hal yang asing lagi bagi sang pakar entrepreneur berusia lanjut ini, selain itu beliau juga memberikan pernyataan yang sungguh sangat fantastis,...

Antara Poligami dan Pamor

Kemarin saya dengar cerita yang sangat aneh sekali, "seorang pemuka yang kehilangan pamornya setelah Poligami". "setelah Poligami" bukan "karena poligami", tolong jangan dipelintir. Kenapa aneh? jawabnya, kenapa tidak? Apakah status pernikahan bisa sangat mempengaruhi pamor seseorang? no comment. Saya jadi ingat lalu bagaimana dengan mayoritas ulama Jawa Timur yang sering sekali ber-poligami, kenapa pamor mereka tetap saja tinggi? Atau juga bagaimana dengan Imam Nawawi yang membujang seumur hidup, kenapa keputusan ijtihadnya (mujtahid fatwa) begitu berpengaruh? Apakah ini semua kembali status pernikahan? noo comment. Saya jadi teringat cerita seorang ulama yang "dikerjai" istrinya, disuruh membuat roti Lebaran pada waktu murid-muridnya berkunjung, kemudian sang istri bilang kepada murid-murid beliau, "oh suamiku itu tidak akan punya ilmu kalau bukan aku yang mengajarkan, buktinya sekarang dia sedang ku suruh untuk membuat roti lebaran.......

Puisi malam

Pagi ini Jam satu pagi kau membangunkanku dari buaian malamku Seperti mimpi buruk Tapi tidak Kau indah Seperti penyakit akut tapi bukan Kau lembut Angin malam dingin menerpa bawa bisikan-bisikan tentangmu Dalam cahaya lembut malam tergambar jelas sinar matamu Kehangatan itu kudamba lagi Dingin malam membuat rinduku Semakin menggila Meski sepanjang hari denganmu Tak cukup kurasa Mereguk nafas cintamu Tolong....Jangan lagi kau siksa aku

Virus Nakal

Sebenarnya sejak mengetahui cara kerja virus sudah saya duga lambat laun ini juga akan terjadi, tak disangka beberapa saat yang lalu hal ini terjadi juga pada saya. Yach tapi apa boleh buat. Banyak sekali hal usil yang menjadi rutinitas virus (eh ngomong2 tentang usil jadi ingat seseorang), salah satunya yang paling menjengkelkan adalah virus yang menghilangkan sebagian atau keseluruhan data. Bayangkan data yang kita kumpulkan selama beberapa tahun hilang dilenyapkan virus hanya dalam hitungan menit bahkan detik, lebih parah lagi kalau ternyata data itu adalah data yang sangat penting dan kita belum sempat membuat backupnya. Wah dunia ini seakan runtuh tertimpa virus .... Sebenarnya saya sendiri termasuk orang yang cukup berhati-hati namun tidak paranoid terhadap virus , buktinya sampai sekarang di komputer saya hanya terinstal satu antivirus itupun tidak pernah di update, antivirus tersebut hanya untuk mencegah masuknya virus win32sality dan polipos yang sering meng-append ke dalam...

Sebuah Nasehat

Seorang Dewi terbang .... Berusaha meraih apapun yang dilihatnya Ku ingin katakan jangan .... Bintang itu kan lebih indah Bila berada di kejauhan malam Oh.... Cahaya itu kembali menyilaukanku Kulihat bintang itu melalui matamu bahkan...... kulihat matamu adalah bintang itu sendiri Senyummu menawan jiwaku memandangmu membuat bibirku terkunci rapat Begitu tegakah aku.... hendak menutup matamu memalingkan pandanganmu dan menahan kakimu tetap berpijak di bumi sedangkan asamu mengarungi cakrawala Oh dewiku.... tetaplah menjadi dewi tetaplah terbang menuju bintang kan ku jaga senyummu Karena.... bila senyum itu pudar Hati dan jiwaku kan ikut padam

MERINGKAS LEBARAN

Ada sebuah fakta menarik yang perlu diketahui ummat Islam Indonesia menyangkut dengan hari kemenangan yang selama ini disambut dengan cukup meriah. Bukan, bukan berhubungan dengan ideologi paradigma atau syariat beragama, tapi berhubungan erat dengan attitude dan budaya. Ternyata kebiasaan melaksanakan lebaran Idul Ftri dengan cara silaturrahim dan saling meminta maaf adalah budaya Indonesia, tidak ada Nash Qur'an atau Hadits yang menyebutkan tentang hal itu. Di luar negeri bahkan di negara Arab, tidak ada yang melaksanakan hal yang sama dilaksanakan ummat Muslim Indonesia. Kalau boleh sedikit menelaah, ternyata Halal bi Halal bukanlah bahasa arab. Dalam artian tidak memenuhi susunan bahasa arab yang pas dan benar, memang terangkai dari kalimat Arab yaitu "Halal" dan disambung dengan "bi", namun dalam bahasa arab sama sekali mengenal istilah Halal bi Halal, sehingga ada suatu anekdot tentang seorang Kyai yang mendapat undang Halal bi Halal malah kebingungan. S...

Miskonsepsi Amil Zakat

Hari raya Idul Fitri hampir tiba, ummat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita, mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut hari kemenanang yang telah dinantikan, bukan kemenangan secara fisik, karena sekarang bukan lagi zamannya perang, kalaupun ada yang dalam keadaan perang (sangat disayangkan) perang tersebut tidak begitu saja berhenti karena adanya hari raya ini, namun lebih karena keberhasilan melewati ujian selama satu bulan penuh. Salah satu hal yang dipersiapkan untuk menyambut hari raya adalah menyiapkan Zakat. Terutama Zakat Fitrah karena zakat ini hanya bisa diberikan pada waktu hari raya Idul Fitri. "Terutama" berarti ada zakat yang lain? Benar, memang zakat yang diwajibkan pada Hari raya Idul Fitri adalah zakat Fitrah, yaitu kewajiban untuk memberikan makanan pokok bagi mereka yang mempunyai kelebihan makanan pada Idul Fitri kepada delapan golongan yang membutuhkan. Namun ternyata di Indonesia (khususnya di Jawa), seringkali pada dijumpai te...